Pengiriman barang ke lokasi terpencil di Indonesia sering terhambat lereng curam, hutan rapat, dan sungai tanpa jembatan.
DJI FlyCart 100 adalah drone pengangkut barang yang membawa material dan peralatan langsung melintasi medan tersebut. Rute yang biasanya memakan waktu berjam-jam di darat bisa ditempuh dalam hitungan menit dari udara.
Logistik di Negara Kepulauan
Proyek di pegunungan, perkebunan, dan pulau kecil bergantung pada jalur darat atau air yang lambat dan tidak selalu tersedia. Pengangkutan manual oleh pekerja di medan curam menguras tenaga dan menambah risiko keselamatan. Keterlambatan material membuat jadwal proyek ikut mundur.
Dua Cara Mengantar Barang
Sistem winch menurunkan barang dengan tali saat drone tetap melayang di udara. Cara ini dipakai ketika lokasi tujuan tidak punya ruang untuk mendarat, seperti hutan rapat atau lereng. Untuk lokasi dengan area terbuka, barang bisa diantar dengan mode angkut biasa lalu dilepas di titik tujuan.
Medan yang Paling Diuntungkan
Proyek jaringan listrik membawa material ke tapak tower di punggung bukit. Perkebunan mengirim pupuk dan peralatan ke blok yang jauh dari jalan. Tim di lapangan juga memakai FlyCart 100 untuk menyeberangkan logistik melintasi sungai dan antarpulau dengan jarak dekat.
Keamanan dalam Setiap Penerbangan
DJI FlyCart 100 dilengkapi sensor LiDAR dan sistem penghindar rintangan untuk terbang di medan yang kompleks. Parasut darurat menjadi lapisan pengaman tambahan bagi muatan dan area di bawah jalur terbang. Rute penerbangan direncanakan sebelumnya, sehingga operator bisa fokus memantau misi.
Rencanakan Rute Logistik Udara
Halo Robotics membantu perusahaan menilai rute, jenis muatan, dan kebutuhan operasional sebelum menerapkan logistik udara. Informasi lengkap tersedia di halaman Cargo Drones Halo Robotics.
Press Release juga sudah tayang di VRITIMES






